APLIKASI PENGOLAHAN CITRA UNTUK PENGANALISAAN RASI BINTANG DENGAN METODE THRESHOLDING (Dengan Matlab)

APLIKASI PENGOLAHAN CITRA UNTUK PENGANALISAAN

RASI BINTANG DENGAN METODE THRESHOLDING

Tri Cahya Wahyu Muslimin

 

Program Studi Teknik Informatika

Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maulana Malik Ibrahim

Jl. Gajayana 50, Malang

E-mail: tricahyawahyu@yahoo.com

ABSTRAKSI

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sudah canggih di zaman sekarang, maka semakin banyak pekerjaan manusia yang menuntut untuk dilakukan secara praktis dan cepat. Salah satu sektor yang menuntut kemudahaan dan kecepatan dalam pengerjaan prosesnya adalah proses penganalisaan Rasi bintang. Mengingat bahwa efisiensi penganalisaan rasi  bintang yang dapat dikerjakan oleh suatu aplikasi secara praktis, maka membuat suatu produk aplikasi untuk menganalisa rasi bintang yang dapat digunakan secara mudah dan cepat merupakan solusi yang tepat. Dasar teori yang digunakan, yaitu dengan menerapkan teori-teori pengolahan citra digital yaitu operasi citra biner dan thresholding. Dengan menggunakan metode thresholding akan mempermudah dalam penganalisaan rasi bintang. Gambar bintang yang nantinya akan diolah diperoleh dengan memotret bintang yang ada di langit baik dengan menggunakan teleskop  maupun kamera dengan resolusi yang baik, kemudian file citra disimpan dengan format *.jpg.

Kata kunci: citra, thresholding, rasi bintang

1. PENDAHULUAN

Dalam penelitian pada lembaga antariksa sering di jumpai rasi bintang. Perlunya pembanding antara suatu rasi bintang yang telah di capture dengan pola yang sesuai kemudian di cocokan sesuai dengan pola yang telah di tentukan

Salah satu bidang ilmu yang dapat digunakan untuk menjawab permasalahan ini adalah bidang ilmu pengolahan citra digital. Dengan menggunakan operasi citra biner dan operasi or ,yaitu sebuah citra akan di rubah menjadi sebuah citra biner yaitu hanya terdiri dari komponen angka 1 dan 0 dalam artian bahwa citra yang semula memiliki komponen warna RGB di rubah menjadi citra yang mengandung warna hitam dan putih. Selanjutnya akan di gabungkan dengan pola yang telah di tentukan kemudian akan di analisa titik yang tepat sehingga bisa menarik suatu kesimpulan dari rasi bintang yang sudah di ambil.

Dengan aplikasi ini diharapkan bisa melakukan analisa rasi bintang dengan lebih teliti dan akurat. Program ini juga akan bisa di jadikan salah satu pembuktian suatu gagasan teri yang baru apabila mendapatkan rasi bintang yang baru atau pengembangan dari rasi bintang yang sudah ada.

2. OPERASI BOOLEAN

Langkah yang di lakukan pertama adalah perubahan gambar yang ditangkap menjadi citra biner atau menjadi komponen warna hitam dan putih. Pada proses ini citra yang memiliki intensitas pixel dibawah 50 maka akan di rubah menjadi 255 atau putih, sedangkan intensitas warna yang melebihi dari 50 akan di rubah menjadi 0 atau hitam.

Dengan cara ini maka akan di dapat citra yang berisi intensitas pixel yang bernilai 1 dan 0 atau dengan kata lain akan di dapatkan sebuah citra hitam putih. Secara matematis, operasi pada peoses ini bisa dinyatakan dalam rumus seperti dibawah ini:

                     255,        f(x,y) > 50

f(x,y)’=      f(x,y), 0 ≤ f(x,y) ≤ 50

                        0,        f(x,y) < 0            

Operasi ini digunakan untuk mendapatkan citra biner agar bisa dilakukan proses selanjutnya yaitu proses pengolahan dengan menggunakan logika or. Pada  tahap ini citra yang di rubah menjadi citra biner bukan hanya citra dari bintang saja tetapi citra pola juga di jadikan dalam bentuk biner

3. ANALISIS CITRA

            Tahapan analisa citra ini adalah tahapan dalam menentukan suatu rasi bintang yang telah dilakukan dilakukan proses biner dan di lakukan logika or maka akan di dapatkan suatu citra yang merupakan gabungan dari gambar dan pola yang telah dipilih sehingga bisa di tarik suatu kesimpulan apakah benar rasi bintang  yang telah di analisa dengan pola yang  telah dipilih terjadi suatu kesesuaian atau sebaliknya.

            Dalam analisa ini yang terpenting adalah ketelitian dalam pemilihan suatu pola dengan gambar yang telah di capture sehingga bisa di dapatkan suatu analisa yang tidak memiliki suatu kelemahan.

            Pada operasi biner sudah didapatkan citra yang memiliki intensitas 1 dan 0 sehingga pada saat melakukan operasi or maka program akan otomatis melakukan perbandingan dari satu pixel, dari citra rasi bintang ke citra pola yang di tentukan. Proses ini akan di lakukan looping sampai akhir panjang citra terakhir sehingga dengan menggunakan perbandingan sebagai berikut  :

A

B

A or B

0

0

0

0

1

1

1

0

1

1

1

1

Gambar 1. Gambar tabel kebenaran operasi or

            Sehingga apabila warna hitam bertemu dengan warna hitam maka akan di peroleh warna hitam tetapi apabila warna putih bertemu dengan warna putih maka akan menghasilkan warna putih. Sedangkan apabila putih bertemu hitam maka akan dihasilkan warna putih begitu pula sebaliknya. Proses ini akan menghasilkan suatu pola baru yang akan menjadi hasil dari analisa rasi bintang.

4. PEMBAHASAN

            Pertama akan  dilakukan pen capture gambar dari gambar suatu bintang baik menggunakan teleskop maupun kamera biasa. Setelah itu akan dilakukan proses penelitian termasuk rasi bintang apakah bintang yang telah di dapatkan citranya. Untuk membuat source code aplikasinya pada MATLAB, dapat dimulai dengan urutan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. 1.      Pengambilan citra

Pada langkah pengambilan citra ini akan di lakukan dua kali pengambilan citra yaitu citra bintang dan citra pola yang akan di analisa.

proyek=guidata(gcbo);

[namafile,direktori]=

uigetfile({‘*.jpg’;’*.*’},’Buka Citra’);

I=imread(strcat(direktori,namafile));

set(proyek.figure1

,’CurrentAxes’,proyek.axes1);

set(imshow(I));

set(proyek.axes1,’Userdata’,I);

set(proyek.figure1,’Userdata’,I);

  1. 2.      Mengubah citra hasil pengurangan menjadi citra biner

Untuk melakukan thresholding pada citra, dapat digunakan perintah im2bw dengan menentukan threshold dengan cara ini maka akan membuat RGB akan menjadi black and white dimana semua yang memiliki intensitas di bawah 50 akan di rubah menjadi hitam

proyek=guidata(gcbo);

F=get(proyek.axes1,’Userdata’);

F = rgb2gray(F);

[r c] = size(F);

T = 50;

for x = 1 : r

for y = 1 : c

if F(x,y) >= T

G(x,y) = 255;

else

G(x,y) = 0;

end

end

end

set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);

set(imagesc(G));colormap(‘gray’);

set(proyek.axes1,’Userdata’,G);

  1. 3.      Melakukan logika or pada citra

Setelah mendapat citra hitam dan putih maka kedua citra itu akan dilakukan operasi or sehingga mempunyai pola baru dari suatu citra yang  telah dianalisa.

proyek=guidata(gcbo);

C =get(proyek.axes1 ,’Userdata’);

D =get(proyek.axes2 ,’Userdata’);

[r1 c1] = size(C);

 [r2 c2] = size(D);

for x = 1 : r1

    for y = 1 : c1

    G(x,y) = or                   (C(x,y),D(x,y));

    end

end

set(proyek.figure1 ,’CurrentAxes’,proyek.axes3);

set(imshow(G));

set(proyek.axes3,G);

set(proyek.figure1,G);

  1. 4.      Melakukan penyimpanan hasil pengolahan citra

                     Untuk menjaga agar data-data yag telah di analisa bisa digunkan atau di buka sewaktu- waktu maka pada aplikasi ini di tambahkan fitur simpan. Dengan fitur simpan ini maka citra yang telah di olah akan di simoan dengan format yang diinginkan. Fitur simpan ini juga bisa di gunakan untuk pembuktian sebuah rasi bintang baru yang bisa di buktikan secara logis.

      I=getimage(handles.axes3);

      [namafile]=uiputfile(‘*.jpg   ‘);

      imwrite(I,namafile,’jpg’);

                  perintah simpan ini akan menyimpan ke drive yang di inginan sesuai tempat explorer yang digunakan

  1. 5.      Proses zoom

Untuk menunjang proses analisa maka ditambahkan proses zoom in. proses ini akan menampilkan gambar lebih besar beberapa kali lipat dari ukuran semula jadi memudahkan untuk melakukan analisa.

                        zoom on;

   Untuk pembuatan proses zoom ini menggnakan toolbox yang sudah di sediakan oleh matlab jadi tinggal memanggil toolbox tersebut.

5. HASIL

Tampilan dari hasil proses aplikasi penganalisaan rasi bintang dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.

1

Gambar 1.  Input citra

2

Gambar 2. Gambar bintang yang telah di ambil kemudian di crop untuk mendapatkan pola yang akan ditentukan

3

Gambar 3. Hasil Crop Gambar bintang yang telah diperoleh

4

Gambar 4. Hasil Pola yang terbentuk

5

Gambar 5. Gambar pemilihan drive untuk penyimpanan hasil operasi

            Penyimpanan data yang sudah di buat akan di simpan dengan file ber ekstensi *.jpg.

6. KESIMPULAN

Dengan menggunakan matlab bisa digunakan untuk membuat sebuah aplikasi pengolahan citra yang mampu menganalisa sebuah rasi bintang. Apabila program ini ingin di sempurnakan maka akan bisa di buat sebuah komputer vision yang bisa dengan otomatis menganalisa sebuah langit dan merekam segala macam kejadian diluar angkasa.

Aplikasi pada matlab ini juga bisa memudahkan para peneliti untuk melakukan analisa dengan tepat dan mempunyai dasar.

7. DAFTAR PUSTAKA

[1]  Rafael C. Gonzales, Paul Wintz, “ Digital Image Processing”, 2nd Edition, Addison-Wesley Pu-blishing Company, 1987.

[2] Rinaldi Munir, Pengolahan Citra Digital dengan Pendekatan Algoritmik, Penerbit Informatika Bandung, 2004.

[3]   MATLAB Help

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s